… Can’t take my tounge off of you

POFFERTJES
… Can’t take my tounge off of you

POFFERTJES
Categories: Hobi
Kemaren baca rubrik curhat di salah satu majalah wanita punya teman. Intinya curhat ini semacam pengakuan dosa dan pelajaran bagi para pembaca, karena apapun yang kita lakukan akan ada karmanya.
Biasa lah, cerita soal selingkuh. Tapi kali ini dilihat dari sudut pandang si WIL. Ketika itu si WIL ini masih umur 25-an, dan dia memacari seorang pria, yang merupakan suami dari seseorang, dan ayah tiga orang anak. Kisah cinta mereka nggak lanjut karena nggak ada kepastian dari si pria untuk menceraikan istrinya, apalagi menikahi dirinya yang cuma selingkuhan!
Singkat cerita, akhirnya si WIL ini bisa nikah juga dengan seorang pria lajang yang bukan milik siapa-siapa. Setelah si WIL ini melahirkan seorang anak, suaminya mulai menunjukkan gelagat-gelagat selingkuh. Dia jadi inget ama kelakuannya dulu, dan mengingatkan pembaca wanita agar tidak berlaku seperti dirinya.
Yah, memang! Malu-maluin aja sih pacaran sama suami orang. Kayak nggak laku aja jadi cewek, sampe desperately harus macarin suami orang.
Di curhatnya itu, ada satu point yang membuat gue geli dan pengen nimpuk cewek model beginian:
…”Ketika saya melihat istrinya dari kejauhan, saya merasa menang! Bagaimana tidak, saya masih muda, menarik, dengan tubuh yang aduhai. Sangat berbeda dengan istrinya.”
Dalam hati, gue langsung misuh:
Guobl*k!! Di mana sih otaknya orang ini? Ya iya lah jack! Jelas aja lo merasa menang. Secara diri lo masih muda dan gadis, wajar aja kalo bodi lo masih oke. Trus, bodi istrinya udah nggak oke juga wajar secara dia udah tua dan udah pernah ngelahirin tiga anak. Jadi nggak bisa dibandingin.
Yang perlu lo pikir adalah bagaimana keadaan badan lo nanti ketika lo udah pernah hamil dan udah punya anak? masih menarik seperti dulu kah…?
Dan di akhir cerita ternyata emang benar, si WIL bilang abis ngelahirin anak pertamanya, badannya langsung melar nggak karuan.
Hehe, Karma ya
Pembalasan Tuhan emang yang paling adil ;p
Categories: Ga Penting